Bayi Berat Lahir Rendah atau sering disingkat dengan BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa memandang usia kehamilan. Kondisi ini menjadi salah satu indikator penting kesehatan neonatal karena BBLR berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan adaptasi setelah lahir, masalah pertumbuhan, gangguan perkembangan, hingga meningkatnya kerentanan terhadap kesakitan dan kematian neonatal. Dalam karya-karya Septiana Juwita yang terpublikasi, BBLR juga diposisikan sebagai kondisi yang memerlukan perhatian tidak hanya pada aspek klinis, tetapi juga pada stimulasi, perawatan, serta pencegahan sejak masa kehamilan.
BBLR dapat terjadi karena bayi lahir prematur, mengalami hambatan pertumbuhan intrauterin, atau kombinasi keduanya. Bayi prematur dan penerapan tactile/kinesthetic stimulation, yang menunjukkan bahwa bayi dengan kondisi lahir kecil atau prematur memerlukan dukungan perawatan khusus untuk membantu stabilisasi dan perkembangan pascakelahiran. Penekanan ini menunjukkan bahwa BBLR bukan sekedar masalah angka berat badan saat lahir, tetapi kondisi yang membutuhkan intervensi terarah agar bayi dapat tumbuh dan berkembang lebih optimal.
Dari sisi dampak, bayi dengan BBLR lebih berisiko mengalami kesulitan menjaga suhu tubuh, gangguan menyusu, infeksi, gangguan pernapasan, dan keterlambatan pertumbuhan maupun perkembangan. Karena itu, perawatan BBLR harus dilakukan secara komprehensif, meliputi pemantauan kondisi umum bayi, pemenuhan nutrisi, pencegahan hipotermia, stimulasi yang tepat, serta keterlibatan keluarga dalam pengasuhan. Pijat bayi dan stimulasi pada bayi prematur/BBLR memperlihatkan bahwa sentuhan dan stimulasi terstruktur merupakan bagian penting dari upaya mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi berisiko.
Dalam perspektif pencegahan, BBLR sebagai masalah yang sangat terkait dengan kondisi ibu selama kehamilan, termasuk perilaku kesehatan ibu, pemenuhan gizi, pemantauan kehamilan, serta dukungan lingkungan. Hal ini pencegahan BBLR melalui dukungan pada ibu hamil serta promosi kesehatan berbasis model perilaku kesehatan. Dengan demikian, BBLR dapat dipahami sebagai masalah yang perlu ditangani sejak antenatal, bukan hanya setelah bayi lahir.
Kondisi bayi lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram yang memerlukan perhatian serius karena berdampak pada kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan perkembangan bayi. Penanganan BBLR tampak diletakkan pada dua ranah besar, yaitu pencegahan selama kehamilan dan optimalisasi perawatan serta stimulasi setelah lahir. Pendekatan ini penting karena BBLR merupakan masalah maternal-neonatal yang saling berkaitan.
Daftar Pustaka
Juwita, S. 2023. Application of Tactile/Kinesthetic Stimulation in Low Birth Weight and Premature Infants: A Systematic Review. Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya, 11(1).
Juwita, S., dan Jayanti, N.D. 2019. Pijat Bayi. CV. Sarnu Untung.
Juwita, S., Indah , U.K., Astuti, D., dan Nisak, A.Z. 2026. Spiritual Mindfulness in Supporting Pregnant Women for the Prevention of Low Birth Weight. Avicenna: Journal of Health Research, 9(1).
Komentar
Posting Komentar